Rabu, 08 April 2009

Masa Depan : Yang Kaya Makin Kaya, dan Sebaliknya | 1

Pernahkah anda mendengar istilah yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin? Jika pernah, maka istilah itu juga berlaku di industri seluler. Operator besar makin besar, operator kecil makin kecil. Seperti kita tahu, ekspansi jaringan tidak berhenti meski bisnis seluler mulai mendekati titik jenuh. Pembukaan wilayah baru tidak berfungsi melayani pengguna baru, tapi lebih ke penggerusan market yang sudah terlayani (oleh op lain). Dengan margin yang makin menipis, solusinya selain variasi layanan adalah penambahan subscriber. Variasi layanan itu sendiri punya andil besar untuk menarik subscriber. Jadi memang sangat beralasan jika operator besar akan makin besar saja.

Akhir2 ini, publikasi rutin makin didominasi 3 besar. Newcomer2 mulai menghilang dari peredaran. Fren dikabarkan rugi 1 trilyun, bakrie cell yang notabene mendapat tambahan subscriber signifikan juga menurun pendapatannya. Belum lagi smart yang secara kasat mata ancur2an. Tidak bisa dihindari bahwa istilah diatas benar2 berlaku, bahkan makin jelas.

Ceria yang menarget pasar pedesaanpun sama saja. USO yang berfungsi untuk mengcover area2 pedesaan sudah jatuh ke telkomsel. Ini bukan saja akan menggerus pasar ceria, tapi juga mempersempit ruang geraknya.

Blackberry, iphone, dan net murah mendominasi beragam media massa. Artinya, persaingan sudah berlangsung di taraf lanjut, tidak lagi sekedar perang tarif seperti dulu. Jika yang kaya makin kaya, layanan untuk si kaya yang akan booming bukan? Dan itulah kenyataannya.

Untuk membuat industri seluler tetap hidup, akan ada banyak industri yang mati. Op kecil, provider internet, dan bisa jadi jika e-wallet mengedepan, debit card jadi tergerus peminatnya. Bisnis besar akan menempuh beragam cara untuk menghidupi dirinya. Untuk ke depan, istilah itu makin berlaku, bahkan untuk kelontong2 kecil kelas kampung sekalipun (dgn alfamart dan indomaret yg menggurita)

Langkah jaman nampak jelas di jejak2nya. Semoga bisa membuka wawasan anda dan saya untuk mengantisipasi masa depan. Agar kita tidak tersapu ombak perubahan.

Senin, 06 April 2009

Kompetisi Bisnis & Evolusi Layanan | 2

Jika kita punya bisnis, tentunya kita punya yang namanya sumber daya, entah itu alat ataupun SDM. Setiap task ataupun layanan membutuhkan sumber daya tertentu agar ia bisa berjalan, dan sumber daya tertentu pula agar bisa bersaing. Intinya, sumber daya untuk bisa berjalan dan bersaing itu berbeda.

Jika ternyata bisnis anda kalah bersaing dalam layanan tertentu, maka solusinya ada 2 : tambah sumber daya atau ganti layanan. Tambah sumber daya berarti menambah modal hingga sampai ke taraf kompetitif, tapi ganti layanan tidak begitu.

Ganti layanan bisa dilakukan dengan variasi atau justru spesialisasi. Jika bicara ceria, mungkin lebih cocok jika spesialisasi.

Dari semula, ceria tidak umum seperti yang lain. Menspesialkan diri dan fokus ke layanan tertentu sebenarnya sudah bawaan lahir. Seperti pernah saya tulis dulu, ceria akan kesulitan jika dibawa ke samudera merah tempat hiu - hiu besar saling cabik. Lebih aman menyingkir dan berevolusi untuk memberi layanan khusus dengan mempertimbangkan sumber daya yang ada.

Kemampuan ber evolusi. Jika sudah menyangkut kompetisi, cuma itu jalannya.

Alur Hidup Adalah Pilihan | 0

Seperti kebanyakan pandangan tentang 'bekerja', maka ia menarik saat ada yg disebut fixed income. Psikologi manusia tidak berubah sejak dulu. Ia lebih takut kehilangan daripada keinginan mendapatkan.

Saya sdr punya motivasi kerja yang mungkin agak lain. Sy bekerja sbenarnya hanya agar tetap di Jogja. Aneh kan? Entah mengapa, saya suka Jogja.

Di sisi lain, saat kita tidak hanya punya tanggung jawab pada diri sendiri, tp juga orang lain, kehendak pribadi nampaknya harus dikesampingkan. Sekuriti finansial dan harapan orang2 terdekat jadi mengedepan. Di saat seperti itu, saya harus mengalah.

Sangat lucu jika saya berkeras ke Jogja tanpa bisa menjawab pertanyaan "how munch money you'll get from there" kan? Sementara ada opsi lain yg bisa menjawabnya.

Sekali lagi : alur hidup adalah pilihan.
 
Theme : FeedCentre by BudiTyas