Selasa, 2009 Juni 23

BudiTyas

Masalah Ceria Internet

Internet Ceria Saya mulai mengalami kendala. Saya tulis infonya di SINI. Kalo ada yang bisa menjawab, silahkan direspon, atau 150rb/bulan saya sampai di sini saja. ..more..
BudiTyas

Blog Budi di Poside.Blogspot.com

Untuk anda yang masih suka nengok blog ini, sementara ini saya sedang aktif maintain blog satunya di poside.blogspot.com

So, sementara blog ini hibernasi dulu. Mampir dulu ke Poside, itu blog personal saya. Matur nuwun.

Minggu, 2009 Mei 24

BudiTyas

Pemasaran Ceria Internet

Jika bicara ruang untuk tumbuh, maka kembali lagi ke opini saya tahun lalu. Koneksi internet. Dengan layanan internet, ARPU bisa meningkat berlipat - lipat. Seperti kita tahu, dalam internet itu sendiri banyak terdapat situs yang sifatnya addicted. Membuat kecanduan. Facebook, friendster, blogging, dan banyak lagi hal - hal yang tanpa terasa menguras isi dompet.


Kecenderungan peralihan budaya ini kentara sekali. Dan bukan hanya kota, pedesaanpun terkena imbasnya. Sementara ini layanan operator yang menjangkau hingga pedesaan belum banyak. Misal adapun harganya masih terlalu jauh dari standar pendapatan rata - rata penduduknya. Di sini ceria mengambil peran. Perangkat murah, tarif murah, tinggal strategi pemasarannya.

Nah, bagaimana sekarang strategi pemasarannya?

Perangkat koneksi internet sebenarnya cocok dipasarkan secara direct layaknya TV berlangganan. TV berlangganan memberikan margin yang besar untuk 'pembabat hutannya', atau direct salesnya. Ini masuk akal mengingat perusahaan mendapatkan imbal balik keuntungan melalui pendapatan bulanan, bukan dari penjualan awalnya. Bahkan, ada yang memberikan harga yang sangat murah untuk perangkat dengan kontrak langganan selama periode tertentu. Untuk layanan internet, speedy sudah menerapkan cara yang sama dengan modem yang sangat terjangkau. Sayangnya, selain keharusan memiliki telepon kabel, tarif unlimited speedy terhitung mahal dibandingkan yang lain.

Bagaimana dengan Ceria? Ceria masih seperti yang dulu. Margin untuk pemasarnya tipis sekali. Apa yang diberikan Ceria untuk dealer tidak lebih sepertiga dari apa yang diberikan indovision atau astro. Dari nilai itu sales mendapat bagiannya yang tentunya lebih kecil lagi. Untuk dealer mungkin masih masuk akal mengingat dealer juga mendapat margin dari pulsa, tapi tidak untuk sales. Akibatnya, marchandise stuff tidak lancar mengalir. Konsumen tidak banyak yang tahu karena sales sangat mungkin menahan brosur agar harga tercetak tidak diketahui calon konsumennya sehingga ia bisa sedikit menaikkan harga. Ini adalah kendala pemasaran.

Dalam kompetisi, lambat identik dengan kalah. Penetrasi lambat seperti sprinter yang santai menunggu disalib pesaingnya. Semurah apapun, sebaik apapun, kalau lambat menjual artinya juga lambat menuai hasil. Itu tidak bagus.

Jika jaringan sudah memungkinkan, ada baiknya margin pemasar diperbesar agar larinya lebih kencang. Beruntung ceria adalah CDMA dan masih sedikit penggunanya, jadi bandwidth masih memungkinkan untuk melayani banyak netters. Dengan pemasaran yang tepat, kepemilikan bandwidth itu tidak akan tersia - sia. Terlambat penetrasi, jaringan 3G kompetitor makin luas, tambahan bandwidh 3G, plus implementasi wimax, maka kans Ceria untuk menjadi besar tidak ada lagi.

Untuk yang ini benar kata JK. Lebih cepat lebih baik. ..more..

Rabu, 2009 April 08

BudiTyas

Masa Depan : Yang Kaya Makin Kaya, dan Sebaliknya

Pernahkah anda mendengar istilah yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin? Jika pernah, maka istilah itu juga berlaku di industri seluler. Operator besar makin besar, operator kecil makin kecil. Seperti kita tahu, ekspansi jaringan tidak berhenti meski bisnis seluler mulai mendekati titik jenuh. Pembukaan wilayah baru tidak berfungsi melayani pengguna baru, tapi lebih ke penggerusan market yang sudah terlayani (oleh op lain). Dengan margin yang makin menipis, solusinya selain variasi layanan adalah penambahan subscriber. Variasi layanan itu sendiri punya andil besar untuk menarik subscriber. Jadi memang sangat beralasan jika operator besar akan makin besar saja.

Akhir2 ini, publikasi rutin makin didominasi 3 besar. Newcomer2 mulai menghilang dari peredaran. Fren dikabarkan rugi 1 trilyun, bakrie cell yang notabene mendapat tambahan subscriber signifikan juga menurun pendapatannya. Belum lagi smart yang secara kasat mata ancur2an. Tidak bisa dihindari bahwa istilah diatas benar2 berlaku, bahkan makin jelas.

Ceria yang menarget pasar pedesaanpun sama saja. USO yang berfungsi untuk mengcover area2 pedesaan sudah jatuh ke telkomsel. Ini bukan saja akan menggerus pasar ceria, tapi juga mempersempit ruang geraknya.

Blackberry, iphone, dan net murah mendominasi beragam media massa. Artinya, persaingan sudah berlangsung di taraf lanjut, tidak lagi sekedar perang tarif seperti dulu. Jika yang kaya makin kaya, layanan untuk si kaya yang akan booming bukan? Dan itulah kenyataannya.

Untuk membuat industri seluler tetap hidup, akan ada banyak industri yang mati. Op kecil, provider internet, dan bisa jadi jika e-wallet mengedepan, debit card jadi tergerus peminatnya. Bisnis besar akan menempuh beragam cara untuk menghidupi dirinya. Untuk ke depan, istilah itu makin berlaku, bahkan untuk kelontong2 kecil kelas kampung sekalipun (dgn alfamart dan indomaret yg menggurita)

Langkah jaman nampak jelas di jejak2nya. Semoga bisa membuka wawasan anda dan saya untuk mengantisipasi masa depan. Agar kita tidak tersapu ombak perubahan.

Senin, 2009 April 06

BudiTyas

Kompetisi Bisnis & Evolusi Layanan

Jika kita punya bisnis, tentunya kita punya yang namanya sumber daya, entah itu alat ataupun SDM. Setiap task ataupun layanan membutuhkan sumber daya tertentu agar ia bisa berjalan, dan sumber daya tertentu pula agar bisa bersaing. Intinya, sumber daya untuk bisa berjalan dan bersaing itu berbeda.

Jika ternyata bisnis anda kalah bersaing dalam layanan tertentu, maka solusinya ada 2 : tambah sumber daya atau ganti layanan. Tambah sumber daya berarti menambah modal hingga sampai ke taraf kompetitif, tapi ganti layanan tidak begitu.

Ganti layanan bisa dilakukan dengan variasi atau justru spesialisasi. Jika bicara ceria, mungkin lebih cocok jika spesialisasi.

Dari semula, ceria tidak umum seperti yang lain. Menspesialkan diri dan fokus ke layanan tertentu sebenarnya sudah bawaan lahir. Seperti pernah saya tulis dulu, ceria akan kesulitan jika dibawa ke samudera merah tempat hiu - hiu besar saling cabik. Lebih aman menyingkir dan berevolusi untuk memberi layanan khusus dengan mempertimbangkan sumber daya yang ada.

Kemampuan ber evolusi. Jika sudah menyangkut kompetisi, cuma itu jalannya. ..more..